Latest Post

Simbol Alat Ukur Listrik

| Jumat, 07 Oktober 2016
Baca selengkapnya »
Simbol berasal dari kata symballo yang berasal dari bahasa Yunani yang artinya "melempar bersama-sama", melempar atau meletakkan secara bersama-sama dalam suatu ide atau objek yang terlihat, sehingga objek tersebut mewakili gagasan. Simbol dapat diartikan sebagai pengembaraan suatu benda atau hal pada konsep yang sederhana untuk mempermudah seseorang memahaminya.
Ada berbagai macam simbol yang digunakan pada alat ukur listrik dan ada beberapa fungsi simbol pada alat ukur listrik yaitu : 
1. Menunjukkan jenis alat ukur dan fungsi alat ukur
2. Menunjukan standar penggunaannya,
3. Menunjukan cara perawatan alat ukur, dan lain sebagainya.

Contoh simbol yang menunjukan jenis alat ukur dan fungsi alat ukur :
A adalah simbol alat ukur Ampermeter, berfungsi untuk mengukur besar kecilnya arus listrik yang mengalir.
V adalah simbol alat ukur Voltmeter, berfungsi untuk mengukur besar kecilnya nilai tegangan listrik.
W adalah simbol alat ukur Wattmeter, berfungsi untuk mengukur daya listrik.
kWh adalah simbol alat ukur kWhmeter, berfungsi untuk mengukur daya listrik yang digunakan tiap jam.
Ω adalah simbol alat ukur Ohmmeter, berfungsi untuk mengukur nilai hambatan atau resistansi.
Cosφ adalah simbol alat ukur Cosφmeter, berfungsi untuk mengukur faktor daya listrik.
Hz adalah simbol alat ukur Frekuensi meter, untuk mengukur besar kecilnya frekuensi.

Berikut ini adalah beberapa contoh simbol alat ukur listrik yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari :

1Alat ukur kumparan putar dengan magnet
2 Alat ukur kumparan dengan kumparan silang
3Alat ukur dengan pelindung besi
4Alat ukur dengan pelindung elektrostatis
5Alat ukur magnet putar
6Rasiometer (qutientmeter) magnet permanen putar
7Gawai elektronika dalam sirkit pengukuran
8Gawai elektronika dalam sirkit bantu
9Alat ukur besi putar
10Alat ukur besi putar terpolarisasi
11Rasiometer (quotientmeter) besi putar
12
Alat ukur elektrodinamis
13Alat ukur elektrodinamis dengan pelindung besi
14Alat ukur elektrodinamis kumparan silang
15Alat ukur elektrodinamis kumparan silang dengan pelindung besi
16Instrumen dengan arus searah
17Instrumen dengan arus bolak-balik
18Instrumen dengan arus searah dan arus bolak-balik
19Instrumen arus putar dengan satu alat ukur
20Instrumen arus putar dengan dua alat ukur
21Instrumen arus putar dengan tiga alat ukur
22Alat ukur dengan bimetal
23Alat ukur dengan vibrasi
24Alat ukur dengan induksi
24Alat ukur dengan elektrostatis
25Alat ukur dengan termokopel
26Alat ukur termokopel yang diisolasi
27Alat ukur kumparan putar dengan termokopel
28Alat ukur dengan penyearah
29Alat ukur kumparan putar dengan penyearah
30Kedudukan (posisi) pemakaian alat ukur harus tegak lurus (Vertikal)
31Kedudukan (posisi) alat ukur harus mendatar (Horizontal)
32Kedudukan pemakaian alat ukur harus sesuai dengan besar sudut yang ditunjukkan
33Pengaturan kedudukan jarum pada nol
34Tegangan Uji (Besar nilai tegangan uji berada di dalam bintang)
35Awas perhatian
36Kuat medan magnet dinyatakan dalam Kilo Amper / meter
37

Simbol Alat Ukur Listrik

Posted by : Hafizhudin nasith on :Jumat, 07 Oktober 2016 With 0komentar

Alat Pengaman Rangkaian LIstrik

|
Baca selengkapnya »
Listrik bagi manusia sangat lah penting sebagai sumber energi yang dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari. Selain itu listrik juga memiliki dampak negatif, contoh : sengatan listrik pada manusia, kebakaran dan lain sebagainya. Oleh sebab itu manusia menganalisa dampak-dampak negatif tersebut dan merangkai alat pengaman listrik, Berikut ini beberapa alat pengaman pada rangkaian listrik :

1. Sekring
Gambar Sekring
Sekring biasanya digunakan sebagai pengaman instalasi rumah dan dirangkai secara seri dengan sakelar dwi kutub pada suatu PHB (Panel hubung bagi). Saat ini sudah jarang rumah-rumah menggunakan pengaman berupa sekring karena sekring hanya dapat digunakan sekali, ketika putus maka sudah tidak dapat digunakan lagi. Selain itu dengan adanya MCB perlu yang dapat digunakan berkali-kali, maka sekring yang digunakan pada instalasi rumah kini kian berkurang. Meski begitu sekring tidak hanya digunakan pada rangkaian instalasi rumah, beberapa rangkaian elektronik menggunakan sekring sebagai pengaman rangkaian input arus nya.

2. MCB (Miniature Circuit Breaker)
Gambar Miniature Circuit Breaker
Minature circuit breaker adalah bentuk mini dari breaker. Disebut mini karena arus yang di putus oleh MCB mencapai 2A, 4A, 10A, 32A. MCB biasanya digunakan sebagai pengaman pada instalasi rumah. terdapat 2 jenis MCB yaitu MCB 1 Fasa (Biasanya digunakan sebagai pengaman pada instalasi rumah tinggal yang sederhana), dan MCB 3 Fasa (biasanya digunakan sebagai pengaman rangkaian beban-beban yang memerlukan sumber 3 fasa).
MCB bekerja memutuskan arus listrik jika terjadi hubung singkat, dan beban lebih pada suatu rangkaian listrik. Jika arus listrik yang hubung singkat tidak segera putus maka dampaknya akan mengeluarkan percikan api dan mengakibatkan kebakaran.

3. MCCB (Modular Case Circuit Breaker)

Gambar Modular Case Circuit Breaker
Modular Case Circuit Breaker memiliki prinsip kerja yang sama dengan MCB. di dunia industri biasanya disebut dengan breaker dalam bahasa indonesia diartikan sebagai perusak, atau penghancur. Breaker dalam dunia listrik diartikan sebagai alat untuk memutus arus dan tegangan listrik jika terjadi kerusakan pada suatu rangkaian listrik contoh : Hubung singkat, dan beban lebih. Modular Case Circuit Breaker dapat ditemui di panel-panel utama suatu tempat yang membutuhkan arus cukup tinggi contoh : sekolah, pusat perbelanjaan, pabrik atau industri dan lain sebagainya. Ukuran suatu breaker untuk dapat memutus arus listrik pada suatu rangkaian listrik dapat mencapai cukup tinggi 100 A, 200 A, 400 A dan lain sebagainya.

4. ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker)


Gambar Earth Leakge Circuit Breaker


Earth leakage circuit breaker adalah alat pengaman yang digunakan untuk mengamankan terjadinya kebocoran arus listrik atau tegangan listrik pada suatu rangkaian instalasi listrik. ELCB digunakan sebagai pengaman manusia dari tegangan sentuh dan arus listrik yang bocor atau sengatan listrik di suatu rangkaian instalasi listrik. ELCB akan bekerja memutus arus listrik pada suatu rangkaian ketika kabel fasa mengalami kebocoran arus yang langsung berhubungan dengan ground atau netral dalam waktu yang cukup singkat. Sehingga jika manusia sebagai korban kebocoran arus listrik dalam suatu rangkaian instalasi listrik dengan menggunakan pengaman ELCB maka sebelum manusia tersebut merasakan sengatan listrik ELCB telah memutuskan arus listrik.

5. Thermal Overload Relay
Gambar Thermal Overlod Relay
Thermal overload relay adalah suatu alat pengaman yang bekerja memutuskan arus listrik yang mengalir ketika suhu suatu rangkaian meningkat (ketika terjadi hubung singkat pada suatu rangkaian sebelum mengeluarkan percikan api, maka termal overload relay akan memutus arus listrik yang mengalir). Termal overload relay biasanya digunakan pada rangkaian listrik tiga fasa sebagai pengaman untuk beban motor listrik 3 fasa.

6. Hantaran Pentanahan (Ground)
Hantaran pentanahan merupakan salah satu pengaman suatu rangkaian listrik jika mengalami kebocoran arus maka arus tersebut akan langsung di netral kan ke permukaan bumi sehingga manusia tidak tersengat arus listrik yang bocor. Hantaran pentanahan merupakan salah satu komponen penting dalam suatu rangkaian instalasi jika akan memasang pengaman berupa ELCB.
Hantaran pantanahan juga merupakan komponen penting dalam suatu rangkaian penangkal petir. Ketika petir menyambar ujung penangkal petir maka akan diteruskan menuju bumi oleh hantaran pentanahan sehingga petir yang memiliki tegangan tinggi tersebut menjadi tidak berbahaya lagi.

7. ACB (Air Circuit Breaker)
Gambar Air Circuit Breaker
Air circuit breaker adalah suatu alat pengaman suatu rangkaian listrik dengan tegangan listrik rendah atau pun tinggi yang bekerja meredam busur api yang dihasilkan dari hubung singkat dengan cara memanfaatkan tekanan udara pada atmosfer.

8. OCB (Oil Circuit Breaker)
Gambar Oil Circuit Breaker
Oil circuit breaker adalah alat pengaman suatu rangkaian listrik yang dapat bekerja menggunakan bahan utama berupa minyak untuk memadamkan busur api yang timbul. Apabila terjadi busur api dalam minyak, maka minyak akan berubah menjadi uap minyak dan memadamkan busur api akan dikelilingi oleh busur api sehingga busur api akan padam.
9. VCB (Vacum Circuit Breaker)
Gambar Vacum Circuit Breaker
Vacum circuit breaker merupakan alat pengaman rangkaian listrik yang berfungsi memadamkan busur api dengan memanfaatkan ruang hampa pada alat tersebut.
10. SF6 CB (Sulfur Hexafluoride Circuit Breaker)
Gambar Sulfur Hexafluoride Circuit Breaker
Sulfur hexafluoride circuit breaker adalah pemutus rangkaian yang menggunakan gas SF6 sebagai sarana pemadam busur api. Gas SF6 merupakan gas berat yang mempunyai sifat dielektrik yang dapat memadamkan memadamkan busur api yang baik sekali.

Alat Pengaman Rangkaian LIstrik

Posted by : Hafizhudin nasith on : With 0komentar

Teknik Penyambungan Kabel 1 Phase, 2 Phase, 3 Phase

|
Baca selengkapnya »
Kabel (kabel listrik-red)merupakan salah satu kebutuhan yang sangat intim dalam penyediaan instalasi listrik di rental lighting. Banyak sekali dan tentunya membutuhkan uang yang cukup banyak untuk penyediaannya, dalam hal untuk mencukupi kebutuhan dalam suatu event. Kadang kala para karyawan lapangan membutuhkan kabel yang melebihi dari perkiraan kita. Sedikit lampu yang terpasang, belum tentu membutuhkan kabel yang sedikit pula. Situasi tersebut dikarenakan adanya situasi lapangan,ataupun panggung yang tidak memungkinkan. Lighting Designer (penata lampu) juga punya andil yang besar dalam mempengaruhi banyak tidaknya kabel yang terbuang percuma. Namun demikian para karyawan lapangan (kuli lampu-red) juga harus slalu beradaptasi dalam hal ini. Kuli lampu yang handal harusnya bisa mengatasi kekurangan kabel sedemikian rupa, apalagi bilamana event tersebut jauh dari rumah (gudang). Meminimalkan penggunaan kabel haruslah ditanamakan dari dini kepada kuli lampu yang masih baru dan awam. Tentu saja juga diberi pengertian dan rumus2  jitu dalam hal ini.
Penggunaan kabel berukuran 4×2,5  (serabut) banyak digunakan di rental rental Indonesia. Berbagai jenis merk dari kabel tersebut mewarnai dunia usaha rental. Kabel 4×2,5, didalamnya ada beberapa warna.Perlambangan warna yang terdapat di dalam kabel ini:
Hitam: melambangkan negative
Merah: melambangkan positive
Kuning:melambangkan positive (bilamana digunakan dalam penyambungan 3phase)
Melambangkan negative (bilamana digunakan dalam penyambungan 2phase)
Warna kabel ini kadang ada juga yang bergaris hijau/biru(tergantung jenis kabel)
Hijau: melambangkan positive
Kadang kabel ini tidak bewarna hijau, melainkan biru.
Namun demikian, penjabaran diatas merupakan dari persetujuan dari para kulilampu dengan team di rental sendiri(sudah beberapa kali saya searching di google belum menemukan atas penjabaran hal ini). Ada beberapa teknik penyambungan, antara lain:
1 phase:
Tehnik ini seperti teknik penyambungan standart. Apabila menggunakan kabel 2  x 2,5. Sangatlah mudah untuk melakukannya. Namun perlu dimengerti bahwa  haruslah disamakan warna kabelnya. Lambang kabel hitam merupakan positive.
2 phase:
Teknik ini harus mendapat persetujan dari teman teman kuli lampu dilapangan sebelumnya. Karena hal ini merupakan kebiasaan. Dimana ada beberapa orang yang menggunakan semua kabel, atau ada beberapa yang meninggalkan kabel warna kuningnya. (lihat dulu beban yang akan dilewati kabel tersebut.
3 phase:
Sangat umum dan lazim teknik ini dimana mana dilakukan dalam penyambungan PAR dalam pipa bar. Teknik ini sangat membantu sekali dalam meminimalkan pemakaian kabel dilapangan.
Pemakaian kabel yang bagus sangat disarankan dalam teknik penyambungan ini. Jangan sampai ditengah tengah event anda, anda sendiri kebingungan memikirkan kabel anda yang panas, karena kelebihan beban. Teknik 3 phase juga sangat riskan dengan adanya problem kabel  yang panas. Namun bilamana anda menggunakan merk kabel yang bagus, saya kira untuk beban  @6kva dengan panjang kabel kurang dari 15mt, masih sanggup untuk menahan beban sepanjang malam event anda.

Teknik Penyambungan Kabel 1 Phase, 2 Phase, 3 Phase

Posted by : Hafizhudin nasith on : With 0komentar
Prev
▲Top▲